Kutakut Sakit Hati

February 3rd, 2009 by adistya

Dulu diri ini suka sendiri…Karna ku takut menyakiti..

Dulu diri ini sering menyepi..Karna ku takut disakiti…

Disakiti adalah hal yang paling tidak kusukai…

Disakiti itu hal yang paling kuhindari..

Maka aku jarang tampil apa adanya..

Maka aku sering bertopeng..yang penting orang lain senang, dan tidak menyakitiku..

Pffhh…Piciknya akalku…

Dan kini aku tersadar…

Tidak selamanya sakit hati itu tidak enak..

Tak selamanya sakit hati itu menyakitkan..

Dia bisa menjadi momentum awal menuju perubahan…

Dia bisa menjadi batu loncatan untuk menjadi diri lebih baik..

Di balik sakit hati itu ada sesuatu yang bias membuka mata hati kita..

Bahwa diri ini punya kekurangan..bahwa kita punya salah…

Dan harus berubah…dan harus memperbaiki diri..

Bukankah syarat pertama orang ingin lebih baik adalah tau letak kesalahannya?

Tapi manusia sering terbentur dalam masalah ini..

Manusia sering kesulitan untuk melihat kesalahan pada dirinya.

Disinilah perlunya KRITIK…MASUKAN…SARAN….

Yang, didapatkan jika kita berinteraksi dengan orang banyak..

Memang terkadang kritik itu menyakitkan..

Kadang masukan itu seolah menjatuhkan…

Tapi justru disitulah mental kita dilatih agar kuat..

Agar tidak rapuh hanya karna sebuah kritikan..

Agar tidak jatuh hanya karma orang lain tau kesalahan kita..

Maka Jangan takut untuk sakit hati..Tapi jangan juga cari sebab biar sakit hati..

Bookmark and Share

Sepotong Perjalanan di Akhir Tahun 1429 H

December 29th, 2008 by adistya

Ikut program DMMD (Da’i Masuk Membangun Desa) 2008  di Karanganyar..Sebenarnya bukan kali pertama saya ‘kesana’. Tapi kali ini ada nuansa berbeda yang saya rasakan. Indahnya ukhuwah..Nikmatnya perjuangan..Kebesaran Allah yang terasa sangat dekat..Nikmat Allah yang tak henti-hentinya..Rizki Allah dari arah yang tak terduga, Allaahu Akbar..Kata-kata itu mungkin tak cukup representative untuk menggambarkan berharganya sepotong perjalanan di akhir tahun 1429 H kali ini..Walau terkadang beratnya keikhlasan terasa menggelayuti, keringnya ruhiyah ikut membebani, penyakit hati juga berperan mengotori keindahan sepotong perjalanan di akhir tahun itu. Itulah gambaran sepotong episode di akhir tahun saya. Karena dia adalah proses, bukan produk. Maka, evaluasi terhadap proses untuk tujuan perbaikan berkesinambungan itu dalam istilah Quality Management disebut Continuous Improvement (CI). Dan menurut saya, Continuous Improvement itu juga penting diterapkan dalam hidup.

INDAHNYA UKHUWAH, saat hati –hati ini terkumpul dalam satu tujuan, demi tegaknya syariat Islam. Saling bahu membahu, tolong menolong. Karena dalam ukhuwah ada tanggungjawab yang harus dipikul, yang boleh  jadi lebih tinggi dari persaudaraan karena darah (Ustadz Solihun, kelas Hadist Arba’in ke-13, 20 Okt’08)
NIKMATNYA PERJUANGAN, ketika masalah yang dihadapi, dilalui dengan ketabahan. Sehingga, sesulit apapun medan perangnya, maju terus pantang mundur. Prinsipnya hidup dalam kemuliaan atau mati syahid.
KEBESARAN ALLAH terasa sangat dekat ketika berada di alam yang luas terhampar. Betapa kecilnya diri ini di tengah luasnya sawah yang tersusun indah, di bawah langit yang luasnya tak terbatas. Betapa terasa keagungan Allah, saat diri ini berada di bawah gunung yang kokoh dan tinggi menjulang, di tengah-tengah kebun karet yang senantiasa berdzikir mengagungkan asma Allah..Allahu akbar..
NIKMAT ALLAH YANG TIADA HENTI, terasa saat pertolongan demi pertolongan senantiasa Allah kirimkan. Di saat terjebak pada jalan buntu,tiba-tiba ada yang membukakan pintu dan menarik keluar. Terasa terus menerus..tiada pernah Allah berhenti menolong hamba-Nya.. Allah Kariim..Lalu mengapa hati ini terkadang sulit untuk mensyukuri nikmat-Mu, ya Allah..
RIZKI ALLAH DARI ARAH TAK TERDUGA..Tak akan terlupa dan tak kan sanggup dihitung nilainya. Sering sekali ghonimah dari warga menyertai perjalanan kami pulang ke rumah. Ghonimah yang nyata seperti Rambutan, durian, wedang anget. Hingga ghonimah abstrak, seperti pengalaman baru, ilmu baru, wawasan baru, bahkan kenalan baru. wa yarzuq hu min haitsu laa yahtasib..
Namun, BERATNYA KEIKHLASAN terkadang membebani. Terasa saat apa yang sudah dilakukan terasa bermanfaat bagi orang banyak. Kemudian hati menjadi sombong, merasa diri paling benar dan hebat, muncul benih-benih riya’ dan ‘ujub. Saat itulah terasa ada satu noda hitam melekat dalam hati ini. Astaghfirullah. Meskipun tahu, bahwa ikhlas itu tidak hanya di awal, namun di tengah, di akhir, bahkan pasca beramal. Meskipun pernah mendapat ilmunya, meskipun pernah menyampaikan kepada teman tentang hal serupa, namun mempraktikannya sungguh terasa berat. La haula wa laa quwwata illa billah.
KERINGNYA RUHIYAH ikut menggelayuti. Dia muncul karena lemahnya hati dalam melawan bisikan syetan. Melawan syetan yang senantiasa tidak pernah rela melihat anak Adam menaati perintah Allah dan mengikuti sunnah Rasul. Lemah untuk melawan nafsu agar tidak menuruti keinginan liar jiwa yang tidak sesuai syaratNya. Kalah dalam mengendalikan hati untuk senantiasa istiqomah dan teguh (tsabat) dalam keimanan dan ketaqwaan. Tidak mampu mengendalikan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak keimanan.
PENYAKIT HATI, ikut mengotori. Ustadz mengajarkan bahwa semua penyakit hati berasal dari SU’UDHONN. Dari penyakit ini akan muncul hasud, yang kemudian berpotensi memunculkan dendam. Lalu muncul penyakit ‘namimah’ atau penyebar fitnah, mengadu domba satu dengan yang lain. Dari sanalah muncul penyakit ghibah. Maka, su’udhonn adalah dosa besar, seperti dsebutkan dalam Al-Hujurot ayat 11. Berhati-hatilah karena setiap hari dosa itu dating menghampiri kita. Karna jika satu kali melakukan dosa, akan sulit untuk meninggalkan dosa tersebut dan akan berpotensi melakukan dosa-dosa yang lebih besar. Maka, perbanyaklah berdoa memohon perlinungan dari Allah (Ustadz Solihun, kelas Siroh Nabawiyah, 28 Nov 2008).

1 Muharram 1430 H, pukul 01.27 am.
Benar juga kata sodari saya, “Tinggal di Yogya itu, 24 jam sehari sering kurang”. Tapi, ah, masak, sih..

Bookmark and Share

RAPUH….

September 2nd, 2008 by adistya

Ya Allah….

Kurasakan….

Batu karang itu tak setegar dulu…Kini rapuh….

Baja yang kokoh itu kini hampir meleleh…

Mereka butuh sesuatu untuk mejadi tegak kembali…

Mereka butuh sesuatu penopang yang ekstra kokoh…

Ya Allah….

Munculnya kerapuhan jiwa ini tak lain karena hamba menjadikan hal lain sebagai penegak keimanan ini…

Bukan karena Allah…Mungkin karena lingkungan…sosok teman…sosok senior…

Astaghfirullah….

Padahal…

Tak ada satupun yang dapat mengalahkan Allah sebagai penopang hidup…

Ya Allah…

Beri ku kesempatan tuk jadi lebih baik…

Bookmark and Share

RAMADHAN

September 2nd, 2008 by adistya

RAMADHAN…

Kehadiranmu sejukkan dahaga…

Dahaga orang-orang yang rindu ampunan Allah…

Kehadiranmu bagai air di padang pasir yang gersang…

Yang gersang akan kesejukan hati..

Seperti diri yang sebutir pasir ini…

Yang kecil namun sombong…Yang bodoh namun takabur..

Yang lalai dan dosa…

RAMADHAN merupakan momentum perubahan…

Karna hakikat ketakwaan adalah perubahan…

Perubahan dari belum tahu menjadi tahu..

Dari lupa menjadi ingat…dari salah menjadi benar..Dari belum menjadi sudah…(n_n)

Mari kita isi RAMADHAN kita dengan perubahan-perubahan..

Perubahan karena ketakwaan…

Semoga ALLAH memberkahi RAMADHAN kita…

Bookmark and Share

Penyejuk Qolbu

March 14th, 2008 by adistya

Biar kepahitan itu pergi. Agar kemanisan mengisi.
Biarkan kekecewaan berlalu. Agar kegembiraan mewarnai.
Biarkan kegelisahan lenyap. Jangan hilang semangat.
Biar penderitaan itu menyapa. Agar kekuatan kita jana semula.
Biarkanlah diri ini derita. Agar aku tahu kepahitan derita ini.
Agar aku sadar kesengsaraan ini. Tak sama, bahkan hanya secuil.
Dari penderitaan Rasulullah saw.
Tuhan sesekali tidak menzalimi hambaNYA.
Tapi manusialah yang menzalimi mereka sendiri.
Cahaya kelam pahala dosa. Berupaya memilihnya.
Walau kadang kala tersasar lantaran pautan nafsu.
Namun peluang dari-NYA senantiasa ada.
Namun kasih dari-NYA senantiasa memayungi.
Diturunkan ad-din memperhalus akal.
Dianugerahkan akal memperhalusi akhlak.
Dikaruniakan akhlak mempercantik pekerti.
Menjadi sebaik-baik umat. Tunduk sebagai hamba. Berjalan sebagai khalifah.
Menyusuri kehidupan mencari sebutir permata "iman".
Menyemai pohon ‘taqwa’. agar dapat berteduh dari kepanasan ‘nafsu’. agar dapat berlindung dari angin hasutan ’syaitan’.
dalam mencari KERIDHAAN ALLAH semata.

Dikutip dari http://cahayasyurga.imeem.com.
Untaian kata yang menyejukkan hati yang sedang gundah gulana saat ini..

Bookmark and Share

Adikku..Maafkan Kakak…

January 22nd, 2008 by adistya

Maafkan kakak, adik…
Kakak tak pernah berhasil jadi kakak yang baik di kampus…
Kalian pasti kebingungan dan membutuhkan seorang kakak..
Kakak yang mengerti kondisi kalian, selalu memberi semangat..
Kakak yang bisa jadi tempat bercerita, tak hanya bercengkrama..
Maafkan kakak, yang tega membiarkan kalian berjalan sendirian tanpa dampingan..
Bukan karena rentang usia..bukan karena perbedaan kesibukan..bukan karena bentangan jarak yang memisahkan…
Namun entah, jalinan ukhuwah itu tak cukup kuat mengikat kita sebagai satu saudara..
Terkadang dalam benak nakal ini tak bisa melihat sosokmu secara nyata..
Hanya ada gambaran semu..hanya siluet bayangan tak penting..
Mungkin pernah juga terbersit dalam pikiranmu..bahwa saudara tempat berbagi, tempat mencurahkan segalanya, hanya sebatas angan…yang nampak hanya bayangan…
Tapi, sesungguhnya semua itu akan menjadi nyata jika kita melangkah bersama..
Bersama kita hapus pikiran buruk itu dan kita rajut indahnya ukhuwah yang nyata..

Bookmark and Share

CAHAYA..Kuatkan Kembali Sinarmu

January 22nd, 2008 by adistya

Cahaya…
Kau menerangi kegelapan…
Kegelapan…
Semakin lama, kurasakan kegelapan itu
semakin pekat…
Cahaya…
mengapa kurasakan kau semakin meredup,
cahaya..
Kau berhasil temukan cahaya-cahaya lain…
Tapi..kumpulan cahaya itu seolah masih
tak cukup menembus kegelapan yang
semakin kelam…
Kegelapan semakin menelan orang-orang
yang tak tau arah..
yang tak memiliki cahaya..
Bagaikan rembulan yang berawan…
Awan itu terlalu hitam dan tebal..
Dan, indahnya cahaya rembulan pun tak
mampu dinikmati oleh para petualang..
Cahaya….
Izinkan ku coba menguatkan kembali
sinaranmu…
Walaupun sendiri..
tanpa ada yang mengerti..
tapi aku yakin..kekuatan cinta itu akan
menguatkanmu lagi, cahaya…

Bookmark and Share

belajar dr kehidupan

January 12th, 2008 by adistya

belajar dari kehidupan…
ketika…ku anggap itu cinta..
ternyata orang bilang itu sia-sia..tak berguna…
lalu…
aku hanya bisa bilang…hanya Allah yang tau makna cinta ku…
dalam dunia yang semu ini…dalam hidup yang hanya sementara ini…

Bookmark and Share

Teruntuk seorang adik yang dipenuhi kerinduan

October 27th, 2007 by adistya

Saat ini, saat ku merasakan kerinduan
terhadap ibu, ayah nun jauh di sana…di
rumah.. ..
Baru saat ini juga, aku bisa merasakan
kerindu anmu terhadap ayahmu nun jauh di
sana….yang tak mungkin lagi kembali..
Aku tak bisa membayangkan, ditinggalkan
soso k ayah,
Di saat usiamu masih belia,
Saat masih membutuhkan bimbingan,
arahan , suri tauladan…
Kini beban memperbaiki moral keluarga
ada di pundakmu…
Tuntu tan pendidikan dan kehidupan yang
menyesakkan hati…
Membuatmu harus tampil beda dari remaja
lain,
M asa remaja mu tidak boleh dihabiskan
untuk hal yang tak berguna…
ku tau kau sering menangis, berharap
ayahmu hadir di sisimu untuk memberimu
selaksa cinta, setitik kesejukan dan
segelas kopi cerita kehidupan..
Meman g betul kata seorang kakak, hidup
itu memang keras, dek…
Wahai anak-anak yang terlahir dari cinta
ayah dan ibu…
Sayangi, hormati, jagalah kedua
orangtuamu selagi masih ada…
Sebelum nanti kau terlambat dan kehilangan..
Saat itulah kau BARU akan merasa sangat
KEHILANGAN …

Bookmark and Share

Yogya I’m coming, Tegal I’ll miss u

October 20th, 2007 by adistya

Kunikmati indahnya pemandangan Sleman, yogyakarta dari dalam mobil travel..
Kubuka lebar jendela mobil dan kuhirup udara segar pagi di kota rantauanku ini..
Pagi ini aku kembali….tuk belajar, tuk menimba pengalaman dan wawasan..
-Agenda terdekat untuk ujian midterm dari tgl 22/10 sampe 5/11-
Setelah 11 hari aku beristirahat di pangkuan kampung halamanku..
11 hari yang indah..penuh kehangatan..dan sarat pengalaman menarik…
Dimana aku mendapat kesempatan berkumpul, bersenda gurau, berbagi cerita dan memetik hikmah dengan keluargaku…
Kenangan indah naik perahu di pantai, dan dibukakan pintu silaturahmi dengan keluarga nelayan…
Asyiknya bermain di pekuburan yang rindang, nostalgia masa-masa kecil..
sowan ke rumah orang-orang yang berjasa terhadap keluargaku, kenangan yng mengharukan..
Naik delman mengiringi pengantin saudara -adat desaku-….First time n unforgivable..
Dan kusyukuri nikmat bertambah banyak dan eratnya ukhuwah yang terjalin di bulan ramadhan-syawal ini..
Dari yang awalnya belum kenal jadi tau, yang baru kenal jadi akrab, yang udah akrab lama tapi baru kenal belakangan…
Hhhhh……
Kini aku kembali ke yogya…Berbekal ridho kedua orangtua, diiringi harapan dan doa keluarga…
See you….my hometown…my family…
Thank you Allah…The Greatest…Arrohman Arrohiim…
Keep me istiqomah…

Bookmark and Share